Error message

  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).

Diskusi Prosedur dan Kebijakan Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan

Oleh: 

PPI Göttingen

Pada hari Sabtu, 3 September 2016 pada pukul 14:00 CEST, diadakan diskusi bertemakan Perdagangan Internasional di bidang Kehutanan dan Pertanian di Mahatma Gandhi Haus lantai 6 Goettingen. Immanuel Alfonsus, biasa disapa Bang Noel menyampaikan materi diskusi yang berjudul Prosedur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan. Bang Noel merupakan staff di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang merupakan lulusan Fakultas Ekonomi IPB dan saat ini sedang menjalani studi double degree master di program SIA, Universitas Gottingen dan IPB dengan beasiswa dari DAAD.

Bang Noel memaparkan pentingnya pengetahuan terkait prosedur ekspor terutama untuk produk pertanian dan kehutanan terkait dengan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang dilaksanakan pemerintah saat ini. Hal-hal penting dalam pelaksanaan ekspor adalah pengetahuan untuk melakukan riset pasar, persyaratan untuk menjadi eksportir dan prosedur ekspor.

Riset pasar penting dilakukan untuk mengetahui pangsa pasar. Hal pertama yang perlu dilaksanakan dalam riset pasar adalah mengidentifikasi jenis produk, terutama untuk barang, dan peraturan terkait ekspor produk tersebut. Terutama untuk barang, setiap produk memiliki HS Code (Harmonized System Code) yang merupakan kode spesifik dalam perdagangan. Dengan mengetahui HS Code produk maka langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi peraturan ekspornya. Setiap produk memiliki peraturan tertentu baik dari Indonesia sebagai negara pengekspor dan negara lain sebagai pengimpor. Di Indonesia, data kategorisasi HS Code terdokumentasi oleh pemerintah dalam Buku Tarif Kepabean Indonesia. Selain untuk mengetahui peraturan ekspor yang spesifik untuk setiap produk, HS Code juga sangat penting dalam perhitungan pajak dan pengangkutan/shipping dalam pelaksanaan ekspor.

Terkait dengan pelaksanaan ekspor, terdapat Technical Barries To Trade (TBT) yang juga sangat penting namun banyak eksportir yang tidak memiliki pengetahuan terkait hal tersebut. TBT yang perlu dipertimbangkan bagi eksportir untuk melancarkan kegiatan ekspor adalah:

  1. Import Tax
  2. Technical Regulation
  3. Certified Product
  4. Sanitary and Phytosanitary

 

TBT ini menjadi pengetahuan penting bagi eksportir karena jika dalam pelaksanaan ekspor ada kebijakan negara lain yang tidak sesuai dengan kebijakan ekspor Indonesia, maka dapat diajukan negosiasi ke WTO sebagai payung utama perdagangan international.

Persyaratan untuk menjadi eksportir dari Indonesia diatur dalam Permendag No.13/M-Dag/Per/3/2012 tentang ketentuan umum di bidang ekspor. Selain persyaratan administrasi bagi perseorangan atau perusahaan untuk menjadi eksportir, Permendag tersebut juga mengatur terkait kategori barang  yang dilarang diekspor, barang yang dibatasi untuk diekspor atau barang yang bebas untuk diekspor. Hal yang membedakan barang yang dibatasi dan bebas diekspor adalah pembatasan dalam tataniaga, serta administrasi dan pajak.

Prosedur Ekspor dari Indonesia secara umum dirangkum dalam point-point berikut:

  1. Eksportir dan Importir melakukan korespondensi yang di akhiri dengan pembuatan sales contract.
  2. Importir mengaplikasikan pembukaan L/C pada bank devisanya di luar negeri/opening bank
  3. Opening bank mengirim L/C confirmation pada bank korespondensinya di Indonesia untuk meminta bank korespondensi memberitahukan kepada eksportir
  4. Korespondensi bank/advising bank memberitahukan kepada ekportir melalui L/C advice
  5. Eksportir mempersiapkan barang dengan cara memproduksi atau membeli barang
  6. Eksportir memesan ruang kapal pada shipping community
  7. Eksportir mengurus formulitas ekspor dengan mengisi PEB dan pembayaran pajak ekspor, kemudian PEB disertakan

Selain menyampaikan hal-hal terkait prosedur ekspor-impor produk pertanian dan kehutanan dari Indonesia, Bang Noel juga memberi beberapa contoh succes story dari eskportir Indonesia. Lesson learned yang dapat diambil dari succes story tersebut diantaranya:

  1. Meningkatkan kualitas produk
  2. Aktif mengikuti pameran
  3. Proaktif menjalin kerjasama dengan perwakilan dagang luar negeri
  4. Menjallin kerjasama dengan merk retail ternama

Info lebih lanjut terkait prosedur ekspor dapat diperoleh dari pemerintah Indonesia melalui email info@insp.go.id

 

Semoga diskusi kali ini mdapat menginspirasi kita semua ;)

Salam Perhimpunan!!!