Para Pencari Oleh-oleh di Tanah Pelancongan

Oleh: 

Rhesa Adriansyah

Travelling adalah kegiatan yang sangat disukai oleh hampir semua orang di dunia karena dengan travelling banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan. Selain untuk melepaskan penat, travelling dapat juga memberikan banyak manfaat, di antaranya:

-Sarana untuk mendapatkan inspirasi atau ide baru. Hal ini dapat dirasakan oleh orang-orang yang pekerjaannya berkecimpung di bidang kreativitas. Sebagai contoh, para penulis novel bisa mendapatkan ide baru di tempat travelling untuk bahan cerita dalam karya terbarunya.

-Sarana untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru. Hilangkan stigma bahwa “travelling hanyalah suatu kegiatan yang menghabiskan uang”. Jangan dipikir travelling itu hanya kegiatan bersenang-senang sebab travelling dapat membantu anda atau anak-anak anda untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru. Misalnya saja pergi ke candi Borobudur, di tempat ini anak anda atau bahkan anda dapat dengan mudah mempelajari salah satu peninggalan sejarah yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Untuk mencapai tujuan ini,  janganlah anda merasa sayang untuk membayar jasa tour guide. Karena tour guide dapat memberikan banyak informasi tanpa anda perlu capai-capai membaca buku yang tebal untuk mendapatkan berbagai informasi yang disajikan oleh tour guide.

Selain berbagai manfaat itu, ada juga hal-hal yang tak bisa terlepas dari kebiasaan orang Indonesia yang sudah ‘melegenda’ di seluruh negara di dunia (dari beberapa negara yang sudah saya kunjungi).

Pertama, kegiatan foto. Tak dapat dipungkiri hasrat narsis orang Indonesia terkadang melebihi kadar manusia biasa. Hal ini dapat terlihat setiap saya mengambil foto di tempat-tempat wisata, orang-orang asing akan sering keheranan dengan pose-pose dan frekuensi orang-orang Indonesia dalam berfoto. Kegiatan berfoto ini juga terkadang menimbulkan masalah berdasarkan pengalaman saat melakukan travelling di beberapa negara. Trouble terbesar yang sering timbul dari kebiasaan orang Indonesia ini adalah masalah punctuality atau ketepatan waktu. Orang-orang Indonesia cenderung terbiasa terlambat bertemu di meeting point hanya karena para peserta travelling keasyikan foto sana, foto sini, tapi bukan objek wisatanya yang difoto...tetapi orangnya!

Kedua, kebiasaan membawa oleh-oleh. Bisa dilihat di berbagai tempat wisata dunia. Kebanyakan auslander hanya akan membeli beberapa barang saja yang dirasa unik untuk dijadikan pajangan di rumah masing-masing. Tapi hal ini tidak berlaku untuk orang Indonesia. Orang Indonesia terbiasa untuk memberikan oleh-oleh atau buah tangan untuk orang-orang yang terdekat. Bahkan terkadang budget oleh-oleh ini sudah selalu diperhitungkan terlebih dahulu dalam perhitungan travelling budget-nya. Hal ini benar-benar terjadi dan dikenal di berbagai tempat maupun negara. Contoh paling simpel adalah saat saya mengunjungi Arab Saudi. Para pedagang akan merubah bahasanya saat orang Indonesia lewat di depannya. Sebagai contoh, saat orang selain Indonesia lewat mereka akan berkata “khomsa real... khomsa real...” Tetapi begitu orang Indonesia lewat, mereka akan berkata “Lima real... lima real...” Betapa mantapnya tradisi orang Indonesia dikenal di sana.

Nah, agar biaya travelling tidak membengkak. Saya akan mencoba memberikan tips untuk pembaca, antara lain :

1.Sebelum anda memulai perjalanan, ada baiknya anda sudah memutuskan dan mencatat siapa saja yang akan diberikan oleh-oleh.

2.Browsingatau cari informasi mengenai tempat-tempat belanja oleh-oleh murah, baik dari internet maupun dari orang-orang yang sudah pernah berpengalaman datang ke tempat travelling yang akan dikunjungi sebelumnya. Jangan lupa cari juga informasi mengenai patokan harga untuk jenis-jenis barang tertentu agar anda tidak tertipu oleh para pedagang yang suka “aji mumpung”

3.Jangan kalap! Perhitungkan dengan seksama dan teliti siapa saja yang akan diberikan oleh-oleh dan jangan lupa sesuaikan dengan budget yang anda miliki.

4.Selalu sediakan oleh-oleh cadangan. Hal ini sangat baik dilakukan jika ada orang yang terlewat atau terlupa untuk dibelikan oleh-oleh.

5.Selalu membeli oleh-oleh yang benar-benar mewakili tempat yang kita datangi atau sangat khas dari daerah tersebut. Jangan membeli barang yang pasaran atau barang yang dapat dibeli di tempat lain.

Sekian dulu beberapa tips mencari oleh-oleh dari saya dan Selamat Berbelanja!