Indonesia Mendidik, Tentulah Bukan Indonesia Mengajar…

Oleh: 

Ditdit Nugeraha Utama

Indonesia mendidik, haruslah memiliki makna dan dimensi yang lebih luas, arti dan implementasi yang lebih lepas. Indonesia mendidik, tidak terbatas sekat dan tembok penghalang, waktu dan ruang, strata dan latar belakang. Indonesia mendidik, haruslah melibatkan segenap unsur di seluruh bagian Indonesia, tanpa batas, tanpa dikotomi culas. Indonesia mendidik, haruslah mampu mengembalikan manusia-manusia Indonesia kembali pada khitahnya, berjalan di atas pondasi dan nilai kebenarannya, dan bersusah payah memerangi kebusukan dan keangkaramurkaan yang membelenggunya. Indonesia mendidik, haruslah menjadi tanggungjawab setiap kita sendiri, di bawah kawalan para pimpinan yang telah diangkat oleh negeri ini. Indonesia mendidik, haruslah tidak pernah mengenal kata basi, terus menerus berdiri pada ‘proses’ sebagai orientasi, dan berkeras hati menjauhkan diri dari ‘hasil’ sebagai obsesi (baca: gelar, menjadi hal yang sangat tidak penting). Indonesia mendidik, harus menunjukkan keteladanan memberi, bukan hanya mengeluh dan menuntut hak asasi.

Indonesia mendidik, tidak melulu menyampaikan bahan pengajaran dan materi ajar; namun, memberi contoh keteladanan benar; baik di level individu, komunitas, bahkan negara sampai ujung batas terluar (baca: contoh benar, nah ini baru penting). Indonesia mendidik, tidak melulu menjelaskan kebenaran; namun, mampu untuk menunjukkan dan mengawal jalan nan penuh rasa keikhlasan. Indonesia mendidik, bukanlah memerintah; namun juga terlibat di dalam menjalankan segala titah, dan kukuh menjaga setiap kebenaran petuah. Indonesia mendidik, tidak melulu berucap ‘jangan’, namun dapat berujar ‘ayo erat berpegangan tangan’. Indonesia mendidik, bukan melulu pandai berorasi teori; namun juga jenius menjadi pelaku sejati. Indonesia mendidik, tidak melulu mencetak ribuan sarjana cerdas; namun juga menghasilkan jutaan profesor berhati emas.

Indonesia mendidik tidak terkekang batas individu, karena memberi keteladanan haruslah meraksuk pada berbagai dimensi laku. Indonesia mendidik tidak hanya berlaku pada pelaku akademis, karena – hakikatnya – setiap kita semua adalah pendidik praktis. Indonesia mendidik tidak hanya tersemat pada guru, karena – hakikatnya – murid pun dapat menjadi tauladan untuk ditiru. Indonesia mendidik tidak hanya berlaku bagi orang berjas dan bersafari, karena – hakikatnya – setiap individu dapat menjadi mentari yang terang dan menyinari.

Ayo Indonesia mendidik. Ayo Indonesia mendidik. Itulah Indonesia mendidik. Indonesia mendidik, haruslah terus bergulir serta menjadi pemantik, dan tidak pernah mengenal tanda titik…

 

Artikel juga dimuat di:

Kompasiana: http://edukasi.kompasiana.com/2014/05/27/indonesia-mendidik-tentulah-buk...