Error message

  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).

Pengantar Investasi

Oleh: 

Rangga Handika

Investasi adalah penanaman sumber daya saat ini untuk mengharapkan hasil di masa yang akan datang. Pada umumnya setiap orang menghendaki hasil yang selalu baik di masa mendatang. Tetapi perlu diketahui bahwa setiap investasi selalu ada risiko, artinya selalu ada kemungkinan hasil baik maupun kemungkinan hasil buruk.

Risk (risiko) dan return (pengembalian hasil) adalah dua hal yang terkait erat dalam dunia investasi. Pada umumnya, investasi yang wajar cenderung mengikuti hukum alam, yaitu ada peluang pengembalian hasil yang tinggi diikuti pula dengan risiko yang tinggi dan sebaliknya, risiko yang rendah biasanya diikuti dengan pengembalian hasil yang rendah. Artinya jika ada suatu instrumen investasi yang menawarkan pengembalian hasil yang tinggi tetapi dengan risiko yang sangat rendah justru kita harus bersikap skeptis alias curiga, jangan-jangan ada sesuatu karena hal ini relatif tidak masuk akal.

Hal yang menambah rumit adalah risiko untuk setiap pihak berbeda-beda. Suatu instrumen investasi yang sama bisa dianggap oleh sebagian pihak berisiko tinggi tetapi dianggap pihak lain berisiko rendah. Misalnya investasi di usaha sektor pertanian. Bagi para ahli pertanian, investasi di sektor pertanian dianggap berisiko rendah karena para ahli pertanian sudah lebih memahami seluk beluk pertanian, akan tetapi investasi di sektor usaha tersebut dianggap berisiko tinggi oleh ahli kimia, misalnya.

Instrumen investasi personal yang paling sederhana adalah deposito, walaupun beberapa literatur atau para pakar investasi menyatakan deposito sudah bukan merupakan wahana investasi lainnya. Berikutnya adalah obligasi, yang merupakan instrumen investasi jangka panjang dengan pendapatan tetap. Lebih berisiko lagi adalah saham, yang merupakan instrumen investasi jangka panjang dengan pendapatan bergantung pada keberhasilan perusahaan. Instrumen derivatif yang paling berisiko adalah instrumen investasi yang nilainya didasarkan pada nilai aset underlying. Beberapa instrumen investasi yang disebutkan di atas adalah instrumen investasi keuangan. Contoh lain instrumen investasi lainnya adalah emas dan tanah. Memang emas dan tanah nilainya relatif stabil dan cenderung naik, akan tetapi hal ini bukanlah tanpa risiko karena ada risiko fisik (emas) dan risiko likuiditas (tanah). Risiko likuiditas artinya proses penjualan tanah tidak semudah instrumen investasi keuangan karena harus mencari pembeli yang siap membeli di saat kita bermaksud menjualnya.

Pada akhirnya, sebelum kita bermaksud untuk melakukan investasi, kita perlu memahami seluk beluk instrumen investasi, peluang untung dan peluang ruginya, risiko-risiko yang ada sehingga kita terhindar dari jebakan investasi yang tidak bertanggung jawab. Artinya, tindakan berinvestasi kita dilakukan dengan penuh kesadaran akan peluang dan risiko investasi yang ada sehingga kita akan memilih wahana investasi yang cocok dengan prinsip dan tujuan investasi kita.