Error message

  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).

PPI dan Warga Indonesia di Goettingen Turut Merayakan Pesta Demokrasi Indonesia

Oleh: 

Farizah Dhaifina Amran

Waktu menunjukkan pukul 10.00 pagi, Sabtu, 5 April 2014. Sebanyak 25 orang warga PPI Goettingentelah mengisi kereta menuju TPS-LN di KJRI Hamburg untuk menggunakan hak pilih mereka dalam Pemilu Legislatif 2014. Antusiasme mereka tidak kalah dengan euforia Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif di Indonesia. Mereka yang berangkat untuk melakukan pemilihan langsung di TPS-LN Hamburg adalah yang belum terdaftar sebagai pemilih tetap untuk Pemilu kali ini. Hal ini disebabkan oleh kedatangan mereka di Jerman telah melewati masa pendataan calon pemilih tetap Pemilu Legislatif. Warga yang sudah terdaftar dalam daftar pemilih dapat memilih dengan cara mengirimkan surat suara melalui pos.

Waktu yang ditempuh untuk mencapai Hamburg dari Goettingen adalah sekitar 4 jam. Setibanya di KJRI Hamburg, ruangan sudah ramai oleh calon pemilih dari kota lain. Para calon pemilih terlebih dahulu mengisi formulir kemudian mengantri di depan ruangan Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk masing-masing dicatat dan diperiksa biodata berupa formulir yang telah diisi beserta paspor. Warga Indonesia yang telah memiliki undangan diperbolehkan untuk langsung masuk ke ruangan Tempat Pemungutan Suara dan juga diperiksa biodatanya. Setelah itu, pemilih dipersilahkan untuk duduk sambil menunggu nama mereka disebut oleh Panitia Pemilu Luar Negeri untuk kemudian diberi kertas suara dan langsung menuju bilik suara. Pemilihan di bilik suara lumayan ketat, karena setiap peserta diwajibkan untuk menitipkan barang bawaan mereka di tempat yang telah disediakan. Setelah memilih di bilik suara, kertas suara yang telah dilipat kembali kemudian dimasukkan ke dalam kotak suara. Tahap terakhir adalah mencelupkan salah satu jari ke dalam botol berisi tinta yang disediakan panitia.

Hal ini adalah bukti bahwa seorang warga Indonesia telah berperan aktif dalam berdemokrasi. Satu hal yang tidak ketinggalan yaitu setelah bersabar menjalani proses pemilihan, perut dapat dimanjakan oleh jajanan khas Indonesia yang dijual oleh masyarakat Indonesia yang berdomisili di Hamburg.

Intani Dewi dan Khairunnisa, dua warga Goettingen, mengatakan bahwa suasana pemilu di luar negeri tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Meskipun harus menempuh perjalanan 8 jam pulang pergi dari Goettingen ke Hamburg, tapi demi memperjuangkan hak pilih, hal tersebut tetap dijalani. Begitupun pendapat Maika Fitriana yang merasa terharu karena ternyata masih ada jiwa nasionalis dari warga Indonesia yang tinggal di Jerman, baik tua maupun muda. Semuanya masih peduli dengan nasib bangsa dengan mengikuti pemilihan umum. Dhea Karina menambahkan bahwa kita sebagai warga Indonesia yang baik berkewajiban untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum demi kemajuan bangsa dan negara.

Dengan keadaan bangsa yang saat ini morat-marit karena rusaknya birokrasi, saya masih punya harapan besar agar situasi tersebut bisa dibenahi. Semoga calon-calon yang nantinya akan duduk di bangku legislatif bisa mengemban amanah tersebut dengan baik, bisa mendahulukan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi sehingga mereka dapat mempertanggungjawabkan amanah yang telah diberikan oleh seluruh warga Indonesia baik di dunia maupun di akhirat.