Error message

  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).

Sudah Seharusnya Indonesia Berdaulat dan Maju: Catatan Ringkas dari Suatu Konferensi

Oleh: 

Heti Mulyati

Nikmat Sumber Daya Alam yang Berlimpah

Tentunya seluruh rakyat Indonesia sudah sangat sadar bahwa negeri kita sangatlah kaya dengan sumber daya alam. Sepertinya Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan Indonesia ketika sedang tersenyum. Daratan, lautan, dan hutan dengan berbagai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi (megabiodiversity) serta kandungan mineral yang beraneka ragam merupakan anugerah luar biasa yang harus disyukuri. Ditambah kenikmatan lainnya yaitu beriklim tropis dan cahaya matahari yang selalu menerangi bumi Indonesia sepanjang tahunnya.

Sangat wajar jika Indonesia menjadi incaran negara-negara maju di masa lalu sampai dengan detik ini karena melimpahnya sumber daya alam yang terbarukan (renewable resources). Itu baru nikmat sumber daya alam, belum lagi berbagai kekayaan lainnya yang memiliki karakter sangat unik seperti variasi budaya, makanan, pakaian dan sebagainya.

Keunggulan komparatif yang berlimpah adalah harta terpendam yang perlu digali lebih lanjut untuk menggapai kedaulatan dan kemajuan bangsa. Kemajuan perekonomian suatu bangsa tidaklah sama sekali ditentukan oleh keunggulan komparatif yang dimilikinya. Tersedianya sumber daya alam yang lengkap bukan merupakan suatu jaminan bahwa bangsa tersebut menjadi maju. Contohnya, perusahaan cokelat terkenal dan rasanya enak buatan Eropa ternyata tidak memiliki perkebunan cokelat di Eropa. Sama seperti halnya kopi yang tidak akan pernah kita temukan perkebunannya di Eropa. Parfum terkenal dari Paris ternyata bahan bakunya adalah minyak atsiri (essential oils) seperti minyak akar wangi yang banyak ditanam di Garut, Jawa Barat, dan minyak nilam yang tanamannya banyak tersebar di Aceh. Masih banyak produk-produk berbahan baku sumber daya alam lainnya yang kemudian produknya menjadi brand negara-negara maju.

Tulisan ini hanya catatan ringkas setelah mengikuti The First International Conference on Resource Efficiency in Interorganizational Networks di Goettingen pada tanggal 13-14 November 2013. Konferensi ini sebetulnya program dari DFG Research Training Group (RTG) 1703,”Resource Effieciency in Interorganizational Networks”, yang diketuai oleh Prof. Dr. Jutta Geldermann (Chair of Production and Logistics, Faculty of Economic Sciences, University of Goettingen). Setidaknya menurut saya ada dua catatan penting dari hasil konferensi tersebut. Negara yang berdaulat dan maju mampu menghasilkan produk yang berdaya saing dan berkelanjutan (sustainable) melalui inovasi dan interdisciplinary research yang tidak terputus.

Inovasi

Indonesia mau tidak mau, suka atau tidak suka harus berlari mengejar ketertinggalan khususnya dalam memanfaatkan sumber daya alam agar memiliki keunggulan yang berdaya saing. Keunggulan ini dapat diraih apabila keunggulan komparatif memiliki nilai tambah secara berkelanjutan. Daya saing saat ini bukan lagi sekedar kebutuhan, melainkan suatu keharusan untuk meraih keberlanjutan hidup organisasi atau perusahaan. Daya saing sangat erat kaitannya dengan inovasi yang merupakan syarat mutlak bagi keberlangsungan organisasi.

Definisi inovasi (innovation) dalam kamus Meriam Webster adalah sebagai berikut.

1. The new idea, device or method, dan

2. the act or process of introducing new idea, method or device.

Turbulensi lingkungan yang dinamis di pasar global menuntut organisasi/perusahaan untuk terus menerus berinovasi. Tony Bruins dalam pengantarnya di Buku Innovate or Die (Matson, 1996) menyatakan bahwa inovasi merupakan kunci untuk tetap bertahan di dunia yang perubahannya sangat cepat ini. Inovasi adalah “living life“ dan “change“ pada hal-hal mendasar. Jika tidak melakukan inovasi maka perusahaan/organisasi itu akan mati, karena pilihannya hanya ‘inovasi’ atau ‘mati’, tidak boleh memilih ‘atau’. Semua sesi di The International Conference on Resource Efficiency in Interorganizational Networks berisikan tentang inovasi produk, proses, pemasaran, dan rantai pasok berbasis sumber daya alam secara efisien. Tema-tema yang ditampilkan oleh  invited speakers maupun pembicara lainnya mengacu pada konsep keberlanjutan (sustainability), khususnya aspek ekonomi dan lingkungan, untuk mencapai efisiensi sumber daya dalam jaringan industri.

Prinsip cascade utilization merupakan konsep dasar dari konferensi ini, yaitu pemanfaatan seluruh komponen bahan baku sebelum diproses menjadi produk akhir, termasuk menggunakan by product dalam proses produksi. Topik-topik kajian dibagi menjadi tiga bidang yaitu sebagai berikut.

1. Materials and Technologies. Kelompok ini membahas tentang characterization of Fibers and Particles, Supply Chain of Renewable Resources, Usage of Wall Components especially Hemicelluloses.

2.Planning of Production and Value Added Networks for Renewable Resources. Kelompok ini mengkaji permasalahan Information System and Information Management in Value-Generating Networks for Renewable Resources, Mathematical optimization in the presence of uncertainties, modeling of production and logistic systems, dan

3. Governance, Coordination and Sale. Kelompokini meneliti Consumer Behavior towards Eco-Friendly Products and Distribution of Intermediate and End Products from Renewable Resources.

Jumlah keseluruhan presentasi dari ketiga bidang tersebut 42 buah yang terkait dengan keilmuan pertanian dan kehutanan, matematika, riset operasi, pemasaran, produksi dan logistik, dan informatika bisnis. Selain itu ada empat orang invited speakers: Dr-Ing Stefan Vodegel (CUTEC Institute of Environmental Technology, Clausthal University of Technology, Germany), Prof. Barry Goodell (Department of Sustainable Biomaterials Virginia Polytechnic Institute and State University, USA), Prof. Adisa Azapagic (Sustainable Chemical Engineering, University of Manchester, UK), dan Assoc. Prof. Daniela Kleinshmit (Department of Forest Products, Swedish University of Agricultural Sciences, Uppsala). Dr. Vodegel menyajikan presentasi berbagai teknologi proses biogas dan dampaknya terhadap efisiensi. Prof. Goodell mempresentasikan teknologi inovatif berbasis wood products. Prof. Azapagic menganalisis dampak lingkungan, sosial dan ekonomi dari siklus hidup suatu produk, khususnya biofuel, sedangkan Dr. Kleinshmit membahas tentang governance dan keberlanjutan sertifikasi khususnya produk kayu.

Interdisciplinary Research

Riset dan aplikasi yang berbasis sumber daya alam terbarukan (renewable raw materials) menjadi salah satu topik yang semakin populer dan sangat penting khususnya di Jerman. Sumber daya tersebut merupakan salah satu alternatif bahan baku yang sangat esensial untuk keberlangsungan industri. Misalnya sumber energi sudah mulai berpindah ke arah energi terbarukan yang tidak membahayakan lingkungan. Berbagai strategi dilakukan untuk menghasilkan produk inovatif berbasis sumber daya dengan tetap memperhatikan konsep keberlanjutan. Salah satu strategi yang dilakukan untuk meraih hal tersebut adalah dengan melakukan penelitian multidisiplin (interdisciplinary research). Interdisciplinary research muncul seiring dengan semakin kompleksnya permasalahan yang solusinya memerlukan berbagai disiplin keilmuan. Berbagai penelitian diarahkan ke interdisciplinary research baik di lingkup universitas, nasional maupun internasional, misalnya program DFG RTG 1703, ”Resource Efficiency in Interorganizational Networks” dan Collaborative Research Center 990: Ecological and Socioeconomic Functions of Tropical Lowland Rainforest Transformation Systems (Sumatera, Indonesia) dan masih banyak lagi program penelitian lainnya. The RTG 1703 mengembangkan dan mengaplikasikan metode untuk meningkatkan efisiensi penggunaan renewable resource dalam interorganizational networks mulai dari persiapan bahan baku sampai ke konsumen akhir baik Business to Business maupun Business to Consumers dengan fokus utama komoditas kayu. Disiplin ilmu yang terlibat dalam RTG 1703 berasal dari bidang manajemen, kehutanan, teknologi pertanian, informatika, dan matematika, yang bertujuan untuk menghasilkan konsep sustainability management pada level operasional, teknis dan strategis.

Saling berbagi ilmu dari berbagai bidang tercermin dalam The International Conference on Resource Efficiency in Interorganizational Networks. Setiap orang mumpuni dengan keilmuannya masing-masing, tetapi ada dialog terbuka dengan keilmuan lainnya untuk mencapai satu tujuan bersama: solusi untuk memanfaatkan sumber daya secara efisien.

Integrasi berbagai keilmuan dirasakan sangat penting peranannya untuk keberlanjutan organisasi/perusahaan. Menurut De Geus (1997), saat ini organisasi/perusahaan tidak lagi dipandang sebagai sistem tertutup (closed-system) tetapi merupakan sistem terbuka (opened-system) yang harus bisa merespons berbagai turbulensi lingkungan yang sangat dinamis. Dialog antar-keilmuan secara terbuka merupakan syarat mutlak dari interdisciplinary research sehingga muncul harmonisasi keilmuan. Ibaratnya taman akan nampak indah karena dipenuhi oleh beraneka ragam dan warna bunga. Setiap orang menghilangkan ego keilmuannya supaya bisa berdialog dengan ilmu lainnya untuk mencari solusi terbaik, karena pada dasarnya setiap ilmu akan bermanfaat jika terdapat saling ketergantungan dengan yang ilmu lainnya.

Penutup

Tulisan ini sebetulnya sudah banyak diperbincangkan sebagai bahan diskusi di berbagai forum. Tapi setidaknya sekedar mengingatkan kita semua untuk membangun optimisme masa depan Indonesia yang sangat kaya. Kekayaan sumber daya alam merupakan modal tak ternilai untuk bisa menjadi negara berdaulat dan maju, dengan catatan inovasi berkesinambungan melalui interdisciplinary research. Ego-ego sektoral harus dihilangkan untuk mencapai tujuan bersama: Indonesia sebagai Negara berdaulat dan maju.