Travel Tips: Euro trip di Musim Dingin

Oleh: 

Annisa Hasanah

Melakukan Euro trip saat musim dingin? Mungkin tidak sih? Tentu dong!

Kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman pertama saya mempersiapkan Euro trip di Eropa selama musim dingin.

Perjalanan ini memakan waktu selama 14 hari, alias 2 minggu dengan menggunakan backpack super besar yang harus diangkut di musim dingin yang konon katanya superdingin!

Terdengar melelahkan dan menyeramkan tidak sih? Mudah-mudahan tidak ya, soalnya selama 2 minggu itu saya mendapat lebih dari sekedar rasa capek, tetapi juga sejuta kenangan indah yang membuat hidup saya lebih hidup! :D

Libur natal dan tahun baru di Jerman (mungkin di banyak negara-negara Eropa juga ya) itu bisa dibilang seperti libur lebaran di Indonesia. Kenapa bisa? Karena mayoritas penduduk di Eropa menganut agama Kristen, bahkan untuk yang bukan penganut pun sudah menjadikan tradisi natal dan tahun baru budaya yang lekat di hampir seluruh masyarakat Eropa. Sejak saya tahu saya akan belajar di Eropa, saya sudah berjanji pada diri sendiri untuk melakukan minimal satu Euro trip selama hidup saya! Jadi begitu kampus mengumumkan libur natal dan tahun baru berlangsung 2 minggu, mulai dari tanggal 23 Desember 2013 – 5 Januari 2014, saya langsung bersemangat.

So, what should I do? Make a travel plan for Euro trip!

Saat studi di Eropa adalah waktu emas buat kita travelling. Karena itulah waktu yang tepat untuk melepas diri kita sejenak melihat keindahan benua Eropa dari mata kita sendiri. Ditambah lagi, visa Uni Eropa bisa dipakai untuk keluar masuk negara-negara Uni Eropa sesuka hati kita (tanpa dipungut biaya apa-apa lagi). Beruntungnya kita sebagai mahasiswa Goettingen, kota Goettingen ini berada di lokasi yang cukup strategis sebagai start travelling, plus moda transportasi yang disediakan juga beragam! Daripada travelling dari Indonesia ke Eropa (yang jauh lebih mahal), lebih baik gunakan waktu luang kita di Goettingen untuk travelling.

Kapan lagi coba? :D

It might be a little costly, but in the end you may realize that experiences will pay you more than what you have spent!

Kali ini saya ingin berbagi tips untuk mempersiapkan Euro trip. Apa saja tipsnya? Yuk simak penjelasan saya di bawah ini.

1. Tentukan rute dan destinasi

Setiap kali akan travelling, saya selalu meluangkan waktu sejenak untuk mencari info seputar Euro trip, mulai dari harga tiket murah, rute, biaya, spot-spot wisata yang menarik, dan masih banyak lagi! (Hingga saya sadar kalo persiapan Euro trip itu jauh lebih lama dari lama perjalanannya!). Kalau ingin Euro trip ke lebih dari satu negara, menentukan rute dan destinasi ini sangat penting, karena nantinya akan berpengaruh pada anggaran/budget yang bisa kita siasati agar lebih murah.

Saya menyusun rute perjalanan berikut: Goettingen (Jerman) – Bremen (Jerman) – Milan (Italia) – Roma (Italia) – Paris (Perancis) – Brussels (Belgia) – Ghent (Belgia) – Amsterdam (Belanda) – Goettingen (Jerman).

Rute perjalanan ini saya tentukan dari preferensi pribadi saya lalu disesuaikan dengan ketersediaan moda transportasi yang murah.

Sebagai info, kalau budget terbatas, penentuan rute perjalanan itu harus disesuaikan dengan kendaraan yang ingin kita naiki. Umumnya, mahasiswa-mahasiswa di Eropa mencari maskapai pesawat murah (low cost airlines) untuk travelling, misalnya RyanAir, EasyJet, atau WizzAir. Terkadang harga tiket pesawat itu jauh lebih murah dari tiket kereta dan bus.

Tips. Euro trip bagusnya sendirian, berdua, atau rame-rame? It’s up to you! Setiap orang punya preferensi berbeda-beda. Ada yang suka jalan sendirian (solo travelling), ada yang suka jalan berdua aja, bahkan ada yang suka rame-rame. Buat yang suka difoto, sebaiknya jangan jalan-jalan sendirian, cari satu travelmate yang setia untuk jadi fotografer pribadi, hehe. Perlu dicatat, kalau travelling terlalu ramai, tentu harus bisa saling bertoleransi satu sama lain. J

2. Tentukan moda transportasi yang akan digunakan

Setelah rute ditetapkan, saya langsung memesan tiket pesawat/kereta/bus secara online. Euro trip yang saya jalankan ini memadukan semua moda transportasi di Eropa, baik pesawat, kereta, dan bus! Salah satu misi trip saya adalah ingin mencoba semua jenis transportasi lintas negara di Eropa. Hehe.

Berikut urutan moda transportasi yang saya gunakan selama Euro trip: Goettingen — [Kereta] — Bremen — [Pesawat] —– Milan — [Pesawat] — Roma — [Pesawat] — Paris — [Bus] — Brussels — [Kereta] —– Ghent — [Bus] — Amsterdam — [Kereta] —– Goettingen (Jerman).

Selama Euro trip akhir tahun 2013 silam, saya telah mencicipi pesawat low budget : RyanAir dan EasyJet, lalu Megabus (bus antarnegara Eropa asal Inggris yang harga tiketnya cukup miring! Hanya 12 euro saja!), dan kereta ekspress Deutsche Bahn. Sensasi travelling dengan aneka moda transportasi itu seru loh!

Somewhere above Alps Mountain, Switzerland

(Flight from Bremen, Germany to Milan, Italy)

Photo courtesy : Ni Ketut Budiningsih

Semua booking tiket pesawat dan bus menggunakan kartu kredit. Sekedar info buat temen-temen yang akan belajar di Eropa, jika berencana untuk travelling selama masa studi, sebaiknya begitu buka rekening bank buatlah kartu kredit. Atau alternatif lainnya adalah meminjam kartu kredit teman.

3. Tentukan budget

Budget perjalanan itu harus mengcover semuanya, bahkan untuk biaya tidak terduga (misal untuk bayar toilet yang tidak gratis, hehe). Sebaiknya, susun anggaran serasional mungkin, jangan terlalu pas, karena kita akan kaget kalau pengeluaran membengkak dan melebihi budget. Sebaiknya buat anggaran yang masuk akal, dan kalau bisa dilebihkan.  Sebagai contoh, biaya transportasi antarnegara dan biaya hostel dianggarankan sendiri lalu buat pengeluaran harian untuk makan, transportasi lokal, dan tiket museum/tempat wisata. Per harinya saya mengalokasikan 30 euro, masing-masing 10 euro untuk makan, transportasi lokal, dan tiket museum. Nantinya, kita juga akan belajar untuk mengatur pengeluaran selama perjalanan.

Rute beres. Transportasi beres. Budget beres. Penginapan?

4. Tentukan tempat menginap

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari kenalan, rekan, teman di kota-kota tujuan dan menghubungi mereka segera, dan (dengan percaya diri) menanyakan apakah bisa ‘nebeng’ di kamar mereka. Hehe. Syukur Alhamdulilah, ternyata saya punya kenalan di Milan dan Amsterdam, sedangkan teman saya punya kenalan di Ghent. Dan semuanya bersedia untuk ‘ditebengin’! *nangis terharu*

Di Paris dan Roma, saya dan Budi tidak punya kenalan, jadi langkah kedua adalah mencari hostel murah.

Hostelworld.com adalah website andalan saya untuk mencari hostel murah (atau bisa juga di hostelbookers.com)

Buat traveller pemula, saya sarankan untuk pilih hostel yang direkomendasikan dari Hostel World (ada logo like-nya gitu). Kadang hostel yang direkomendasikan harganya sedikit lebih mahal dari hostel lain, tapi percaya deh, quality come with its price! Saya merasakan sendiri saat menginap di hostel Paris dan Roma. Beda banget!

Rute beres. Transportasi beres. Penginapan beres. Barang bawaan?

5. Tentukan barang bawaan

Karena saya akan berbackpacking, semua yang ingin dibawa akan ditopang di punggung sendiri. So, harus pintar-pintar menentukan barang apa aja yang benar-benar dibutuhkan.

Pakaian adalah barang paling krusial. Karena akan melakukan perjalanan di musim dingin, maka saya memutuskan untuk tidak membawa baju banyak-banyak. Saya percaya bahwa di luar sana akan ada laundry yang setia menanti pakaian kotor saya. Jadi saya hanya membawa tiga stel pakaian. Saya pun hanya membawa satu celana jeans dan beberapa celana legging yang tidak berat. Jaket musim dingin pun cukup bawa satu, yang penting mempu bertahan saat angin, hujan, salju menerpa badan saya (bahkan kalau bisa bisa menahan angin taifun! Hehe).

Inilah packing list saya: pakaian, long john, celana jeans, legging, sepatu kets, sepatu boots, kaos kaki tebal, jilbab dan bergo, syal, pakaian dalam, handuk kecil, alat mandi, parfum, lotion kecil, softlens, kotak kacamata, payung, kotak makanan mini, botol minum, tas tenteng, plastik bening, kresek hitam, kamera, pulpen dan notes, lip balm, krim muka, sarung tangan, kompas, charger hp, music player dan chargernya, power bank, saos ABC (hehe), biskuit, DOKUMEN WAJIB DIBAWA (paspor, residence permit, boarding pass pesawat, tiket bus dan kereta, asuransi kesehatan, itinerary perjalanan, kartu pelajar (student ausweis), kartu atm), dan uang.

Semua itu harus masuk ke dalam satu backpack. Alhamdulilah muat.

Hal paling krusial buat kalian yang travelling dengan pesawat adalah berat bawaan dan jenis barang yang boleh/tidak boleh dibawa. Kebanyakan pelajar yang Euro trip tidak mengambil jatah bagasi karena alasan biaya tambahan, jadi menggunakan jatah bagasi gratis tanpa biaya, sebesar 10 kilo (untuk RyanAir dan EasyJet).

Jadi sebanyak apapun barang bawaan yang kamu bawa, kalau ternyata berhenti di bagian pengecekan bagasi, terpaksa ditinggal deh barangnya. So, pintar-pintar atur beratnya! Ukuran tas juga berpengaruh, setiap maskapai murah punya ukuran dimensi tas sendiri-sendiri. Untungnya backpack saya ukurannya maksimum banget!

Ini ukuran backpack yang acceptable oleh RyanAir dan EasyJet

Catatan lain adalah jenis barangnya. Kita pasti sudah tahu kalau ada batasan untuk barang berupa CAIRAN. Maksimum cairan yang boleh dibawa adalah 150 ml. Jadi, pertimbangkan matang-matang cairan apa saja yang harus dibawa. Saya sendiri tidak membawa sabun cair dan membeli sabun batang yang lebih aman. Parfum pun saya bawa yang tipe oil ukuran 15 ml, serta cairan softlens berbotol kecil.

Rute beres. Transportasi beres. Budget beres. Penginapan beres. Barang bawaan beres. Itinerary perjalanan?

6. Susun itinerary perjalanan

Itinerary perjalanan ini buat saya bisa dibilang sunnah, hehe. Lebih baik kalau disiapkan, tapi kalau tidak disiapkan juga tidak apa-apa. Ada tipe orang yang suka terorganisir dalam menentukan waktu kunjungannya, ada juga yang bebas ingin pergi ke mana tergantung situasi dan kondisi. Saya pun menerapkan dua tipe ini, kadang perjalanan sesuai jadwal, kadang ingin bebas lepas.

Saya tetap menyusun itinerary yang tidak terlalu mengikat dalam jam, tapi supaya saya bisa lebih aware dengan jam-jam keberangkatan dari satu negara ke negara lain. Dan juga saya bisa menaruh segala info alamat hostel, how to get there, dan daftar spot-spot yang mau saya datangi. Just use it as reminder!

Itinerary perjalanan pun saya print bersama dokumen penting lainnya dan disimpan di tempat yang mudah untuk diambil.

TIPS. Crimes may happen everywhere, termasuk pencopetan, penipuan, dll. Letakkan barang-barang berharga seperti uang, paspor, kartu-kartu di tempat yang paling aman. Alangkah baiknya kalau bisa bawa tas kecil yang bisa dimasukkan di balik pakaian. Berhubung saya tidak punya tas kecil, saya pun menyiasatinya dengan menggunakan name tag. Saya masukkan uang ratusan euro dan kartu-kartu penting di situ. InshaAllah lebih aman! Perlu dicatat, kota-kota wisata seperti Paris dan Roma itu banyak copet dan penipu!

Rute beres. Transportasi beres. Budget beres. Penginapan beres. Barang bawaan beres. Itinerary perjalanan beres. So, tunggu apa lagi?

Selamat Euro trip!

Bon Voyage~