Error message

  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).

Karakterisasi Molekuler dan Fungsional Kematian Sel terprogram Pada Toxoplasma gondii

Oleh: 

Ni Nyoman Ayu Dewi

Toxoplasma gondiiadalah parasit yang dapat menginfeksi semua hewan berdarah panas, termasuk manusia. Hampir sepertiga penduduk dunia terinfeksi oleh T. gondii. Infeksi karena parasit ini, yang menyebabkan penyakit bernama toksoplasmosis, umumnya tidak menimbulkan gejala tetapi dapat berakibat fatal bagi orang dengan penurunan daya tahan tubuh (misalnya penderita AIDS) dan ibu hamil yang mendapatkan infeksi primer selama kehamilannya. Permasalahan yang dihadapi adalah terapi yang ada sampai saat ini hanya untuk mengatasi gejala pada fase infeksi akut (akibat replikasi cepat dari takizoit). Belum ditemukan terapi yang efektif untuk mengatasi infeksi kronik (ditandai dengan adanya kista mengandung bradizoit terutama di otot dan otak penderita). Karena itu proses bagaimana parasit ini mati menjadi tujuan utama penelitian yang dilakukan.

Apoptosis merupakan kematian sel yang terprogram dan berperan dalam berbagai proses fisiologis. Mekanisme ini awalnya dipercaya hanya terbatas pada organisme multisel. Karena itu konsep bahwa organisme unisel, misalnya parasit (dalam hal ini T. gondii), dapat mengalami apoptosis merupakan suatu hal yang kontradiktif.

Meskipun penanda apoptosis dapat diidentifikasi pada organisme unisel, mekanismenya berbeda dengan proses apoptosis pada organisme multisel. Organisme unisel tidak memiliki komponen apoptosis seperti yang ditemukan pada organisme multisel. Sampai saat ini, mekanisme apoptosis pada organisme unisel belum dapat dijelaskan dengan detail, tidak seperti proses apoptosis pada organisme multisel yang sudah banyak diteliti dan mekanismenya dapat dijelaskan dengan baik.

Dalam penelitian ini telah berhasil diidentifikasi beberapa penanda apoptosis pada tahap takizoit dari T. gondii yang diinkubasi dengan berbagai stimulan apoptosis dan kemoterapi secara in vitro, seperti fragmentasi DNA, berkurangnya ukuran sel dan translokasi phosphatydilserine dari dalam ke permukaan  membran sel. Fragmentasi DNA juga dapat diidentifikasi pada tahap bradizoit yang menandakan fase infeksi kronis pada tikus percobaan. Selain itu ditemukan indikasi adanya mekanisme kematian sel yang berbeda sebagai respon terhadap stimulasi yang berbeda.

Karena itu, proses kematian parasit melalui mekanismeapoptosis merupakan hal yang harus diteliti lebih lanjut. Apoptosis menjadi penting karena sel yang mati melalui proses ini tidak menyebabkan reaksi peradangansehingga akan sangat menguntungkan,terutama bagi orang yang terinfeksi T. gondii dengan penurunan sistem imun.

****

Review Disertasi oeh Dr. rer. nat Ni Nyoman Ayu Dewi  Editor: Aulidya