Error message

  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).

Studi Bersama Keluarga ke Jerman

Oleh: 

Nur Rocmah K

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap insan.  Dalam beberapa pekerjaan, pendidikan merupakan tuntutan untuk meningkatkan performa dan keberlanjutan kualitas pekerjaan.  Tidak sedikit orang yang telah berkeluarga harus melanjutkan pendidikan, baik di dalam dan luar negeri, salah satunya adalah di Jerman, sehingga dihadapkan pada pilihan meninggalkan keluarga di tanah air atau mengajak serta keluarga.  Setiap pilihan yang diambil tentu memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, sehingga kembali pada setiap pribadi yang telah berkeluarga untuk mengambil pilihan yang terbaik bagi studi maupun keluarganya.

Pada saat seseorang telah mengambil keputusan untuk mengajak serta keluarga, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk memenuhi persyaratan visa dari pemerintah Jerman sebagaimana yang telah tercantum dalam website kedutaan besar Jerman.  Namun hal yang perlu menjadi perhatian utama yaitu besaran pendapatan dan tempat tinggal.

Pendapatan

Sumber utama pendapatan seorang mahasiswa yang kuliah di luar negeri umumnya berasal dari beasiswa.  Beasiswa biasanya mengcover tuition fee, biaya kuliah, dan akomodasi.  Jumlahnya cukup bervariasi tergantung penyandang dana.  Umumnya beasiswa kuliah di Jerman mencapai 1000 €.  Jumlah ini cukup besar untuk membiayai kehidupan mahasiswa single. Namun akan berbeda halnya jika mahasiswa tersebut mengajak serta keluarga.  Hingga saat ini satu-satunya pemberi beasiswa yang secara tertulis memberikan bantuan dan jaminan keluarga penyandang beasiswa untuk tinggal Jerman adalah DAAD.  Sedangkan beasiswa lain umumnya hanya mengcover biaya penerima beasiswa, meski tidak menutup kemungkinan untuk dapat membawa serta keluarga.

Pada dasarnya, pemerintah Jerman menginginkan adanya jaminan hidup dari setiap orang yang masuk ke Jerman.  Berdasarkan wawancara dengan salah satu petugasRathaus kelayakan minimal pendapatan seseorang untuk tinggal di sebuah kota kecil seperti Goettingen adalah sebesar 650 €/bulan/orang.  Sehingga saat seseorang hendak membawa  keluarga maka dia harus memperhitungkan jumlah pendapatannya.  Jika dia hendak membawa istri, maka dia perlu memiliki 650 € untuk dirinya sendiri ditambah beban pendapatan untuk istrinya sebesar 650 €.  Jika dia membawa serta anaknya, maka dia perlu memiliki tambahan setengah dari jumlah yang ditentukan, yaitu sebesar 325€/bulan/anak.  Pendapatan ini idealnya mengalir secara kontinyu setiap bulan ke dalam rekening pribadinya dan dibuktikan dengan surat dari sumber penghasilan (beasiswa maupun tambahan lainnya).  Apabila sumber pendapatan dari beasiswa dirasa kurang, mahasiswa dapat mencari pekerjaan sambilan baik formal maupun non formal.  Beberapa pekerjaan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa Goettingen, diantaranya adalah Mitarbeit (bekerja di laboratorium sebagai asisten), loper koran, dan mini job (pekerjaan part time seperti pelayan di toko atau membersihkan rumah/gedung atau membantu di rumah jompo).  Kontrak kerja yang dilakukan dapat dilampirkan sebagai salah satu sumber pendapatan tambahan.

Dalam kasus yang berbeda, jika pendapatan yang diperoleh tidak kontinyu atau ada keraguan mengenai pihak pemberi beasiswa (kelayakan/kemampuan), maka pihakRathaus kadang mensyaratkan adanya uang jaminan.  Jumlahnya bervariasi, namun masih dalam kisaran yang telah disebutkan di atas dalam perhitungan selama satu tahun.  Jaminan ini sebenarnya masih dalam rekening mahasiswa tersebut, namun uang tersebut akan dapat diakses oleh mahasiswa dalam batas tertentu setiap bulannya sehingga pada bulan-bulan berikutnya mahasiswa dan keluarganya tetap memiliki uang yang cukup.  Mahasiswa tersebut cukup pergi ke bank dengan membawa surat untuk mengajukan penahanan sejumlah uang yang diminta Rathaussebagai jaminan.

Tempat tinggal

Keberadaan tempat tinggal yang layak merupakan salah satu syarat utama pengajuan visa.  Kelayakan tempat tinggal dihitung dari luasan ruang, untuk setiap orang dibutuhkan luas minimal sebesar 12 m².  Jika seseorang membawa keluarga yang terdiri dari pasangan dan seorang anak, maka dia memerlukan tempat tinggal dengan luas minimal 36 m², dengan dua anak diperlukan luasan minimal 48m² dan seterusnya.

Bukti kepemilikan tempat tinggal bisa diperoleh dari Landlord atau Verwaltung berupa surat kontrak tinggal setelah mendapat kepastian adanya tempat.  Mahasiswa Goettingen dapat mendaftarkan permohonan tinggal di tempat tinggal keluarga di area kampus.  Sebaiknya permohonan diajukan secepatnya karena masa tunggu untuk mendapatkan tempat tinggal berkisar antara 3 bulan hingga 1 tahun tergantung daftar tunggu dan ketersediaan tempat.  Biaya tempat tinggal keluarga berkisar antara 300-500€/bulan tergantung luasan rumah.

Surat undangan dan permohonan

Pada saat pengajuan visa keluarga, perlu dibuat surat undangan untuk pasangan dan anggota keluarga lainnya (anak) yang akan diajak serta surat permohonan visa ke Kedutaan Besar Jerman di Jakarta.  Surat undangan biasanya berisi mengenai pentingnya kehadiran keluarga dalam mendukung berbagai kegiatan selama studi di Jerman dan menyatakan berbagai persiapan yang telah dilakukan untuk menyambut kedatangan keluarga.  Sedangkan surat permohonan merupakan surat formal kepada Kedutaan Besar untuk memperoleh ijin membawa keluarga ke Jerman sebagai salah satu pendukung keberhasilan studi. Biasanya surat ini berupa surat asli (bukan hasilscan).

Syarat lainnya

Terkadang muncul persyaratan tambahan pada saat pengajuan visa keluarga, meski tidak semua mahasiswa yang mengajukan mendapatkan persyaratan tambahan yang sama.  Berikut beberapa persyaratan tambahan yang muncul belakangan baik dalam pengurusan visa maupun keperluan lain di Jerman, dirangkum dari beberapa orang yang pernah mengajukan visa keluarga:

1. Masa berlaku ijin tinggal (Residence Permit).  Pada saat mengajukan visa keluarga, mahasiswa yang bersangkutan harus memiliki ijin tinggal yang masih berlaku lebih dari 6 bulan atau mengajukan perpanjangan terlebih dahulu (terutama jika sedang berada di luar Jerman)

2. Sertifikat A1. Terkadang pasangan yang diundang diminta untuk memiliki pengetahuan mendasar mengenai bahasa Jerman terutama untuk kegiatan sehari-hari yang dibuktikan dengan adanya sertifikat A1 dari Goethe Jakarta.  Beberapa mahasiswa mendaftarkan pasangan mereka ke lembaga bahasa di Goettingen sebagai bukti bahwa pasangannya akan belajar di Goettingen.

3. Asuransi kesehatan keluarga.  Asuransi merupakan hal yang wajib dimiliki oleh setiap orang yang tinggal di Jerman.  Biasanya asuransi keluarga dapat di-extend dari asuransi mahasiswa yang bersangkutan baik pada saat proses mengundang maupun setelah keluaga tiba di Jerman.

4. Kinder Betruung, yaitu tempat penitipan anak.  Biasanya penting untuk mendapatkan tempat penitipan anak bagi mahasiswi dengan balita sebagai jaminan bahwa kehadiran anak telah mendapat tempat yang baik dan tidak terlantar.  Namun jika mahasiswi tersebut mengajukan ijin tinggal untuk pasangan, tempat penitipan anak tidak lagi menjadi persyaratan utama, dengan asumsi anak dapat tinggal bersama ayahnya di rumah selama ibunya beraktivitas.

5. Surat keterangan sehat.  Berupa jaminan bahwa keluarga yang diundang tidak memiliki penyakit menular, terutama anak-anak, karena mereka akan beraktivitas bersama dengan anak lain di Kindergarten/Kinder Betruung.  Jika anak-anak masih balita, sebaiknya orang tua menyiapkan membawa KMS (Kartu Menuju Sehat) untuk melanjutkan imunisasi yang diperlukan anak.

6. Akte kelahiran anak.  Akte asli berbahasa Indonesia dibawa dan ditunjukkan pada saat aplikasi visa sedang yang diminta untuk dilampirkan biasanya berbahasa Jerman.  Untuk hubungan dengan penterjemah bersertifikat bisa di cek di website Kedutaan Jerman.  Kadang diminta untuk mendapatkan legalisasi dari Kantor Catatan Sipil, Kemendagri, Kemenhukham dan Kedutaan.

7. Surat dukungan dari Profesor (supporting letter).  Professor di Jerman merupakan salah seorang yang memiliki kedudukan terhormat dalam masyarakat umum, termasuk pihak administrasi daerah setempat.  Surat dukungan dari Profesor merupakan salah satu penguat mengenai pentingnya keberadaan keluarga bagi mahasiswa yang bersangkutan. Dalam beberapa kasus, peran aktif dan dukungan profesor memiliki andil dalam persetujuan visa keluarga.

Segala persyaratan yang telah tercantum dalam website Kedubes Jerman sebaiknya dipersiapkan dalam satu berkas, asli dan duplikat.  Dokumen tambahan yang tidak ada dalam persyaratan sebaiknya tidak digabung, tetapi dibawa terpisah dan diserahkan jika diperlukan.  Pengajuan persyaratan visa keluarga yang telah lengkap akan dikirim ke pemerintah Jerman di daerah yang dituju untuk dievaluasi kembali.  Persetujuan dan pengeluaran visa keluarga biasanya memerlukan waktu sekitar 6 minggu hingga 6 bulan, tergantung hasil evaluasi.  Selama masa tunggu tersebut mahasiswa yang bersangkutan akan mendapatkan konfirmasi atau informasi terkait dengan permasalahan yang mungkin muncul terkait dengan kelengkapan berkas.  Dalam beberapa kasus, mahasiswa tersebut dapat mengontak pihak Rathaus di kota tempat tinggalnya untuk mendapatkan kepastian tahapan proses berkas pengajuan.

Berbagai persiapan telah dilaksanakan dalam pengajuan visa keluarga, namun seringkali muncul berbagai hal yang tak terduga yang mungkin berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.  Oleh karena itu, salah satu hal yang tak boleh terlupa adalah senantiasa berdoa agar mendapatkan jalan yang termudah dan terbaik dalam memperoleh visa keluarga. (sr)

****

Tulisan ini juga di publish di kompasiana.com