Teknologi

"PLAAAKKKK.........!!!": Sebuah Tamparan untuk Galauku Galau Negriku ( Bagian 3)

Oleh: 

Aulidya

“Kami mengambil stok juvenil (anakan) sidat dari alam, namun ada jumlah tertentu yang harus kami patuhi, dan kami pun harus mengembalikan sidat yang sudah berhasil kami besarkan dalam jumlah tertentu ke alam dimana kami mengambil mereka waktu masih kecil, pemerintah mengaturnya”......

"PLAAAKKKK.........!!!": Sebuah Tamparan untuk Galauku Galau Negriku ( Bagian 2)

Oleh: 

Aulidya

"Industri memang bagus untuk mendukung perekonomian, namun alangkah bijaksana nya jika tetap memperhatikan lingkungan dan memanfaatkan serta memaksimalkan apa yang sudah ada di alam, tanpa harus mengubah, menambah bahkan mengurangi komposisi dan topografi alam."

"PLAAAKKKK.........!!!": Sebuah Tamparan untuk Galauku Galau Negriku ( Bagian 1)

Oleh: 

Aulidya

“Aulidya, kami tidak memiliki sinar matahari yang cukup, oleh karena itu, sistem resirkulasi ini kami ciptakan, sedangkan negaramu...” 
Penjelasan Prof. Hoerstgen-Schwark,menggantung, mengakhiri diskusi mata kuliah blok  Global Akuakultur  di Winter Semester.

Sweet Potato Processing: Flour

I start my notes with the latest project before I went to German to continue my study. The project held by collaboration between Assessment Institutes for Agricultural Technology of Papua and Local Government. The project idea is to improve add value of sweet potato in Papua. Papua has many accession of sweet potato, and sweet potato usually eat as raw material. Sweet potato processing to flour and then transform to cookies are expected improve the utilities. Cookies and snack usually made from wheat flour base, and we can reduce it with substitute by sweet potato flour.

Emissions Cuts Make Sense, But Yudhoyono's Numbers Don’t Add Up

Oleh: 

Ahmad Maryudi

The Copenhagen climate summit, hoped to produce a successor to the soon-to-expire Kyoto Protocol, is just around the corner. While many developed nations have yet to make any meaningful commitments (principally the United States, the world’s biggest carbon emitter that has a mandate to reduce emissions), Indonesia’s delegation will head to the conference with the proud distinction of having vowed to cut emissions by at least a quarter of current levels by 2020.

Pages