Umum

Diskusi Perubahan Iklim dan Pengelolaan Sumber Daya Alam

Pada hari Minggu, 24 Juli 2014, bertempat di Mahatma Gandhi Haus, PPI Goettingen kembali mengadakan diskusi santai dengan narasumber Bapak Osa Hartoyo, seorang praktisi ekonomi lingkungan. Beliau ini pernah menjadi bagian dari Secretariat UNDP-Bappenas dan Climate Finance Department dari REDD+ Agency. Bersama moderator Bapak Muhammad Alif K. Sahide, topik yang diangkat kali ini adalah “Deforestasi dan Degradasi Hutan: Mengkritisi Pemikiran Presiden Baru Indonesia dalam Aspek Pengelolaan Sumber Daya Alam”. 

Ngopi Bareng Sore-Sore Sambil Dapat Ilmu

Oleh: 

Eka Widayati

Do you remember your first cup of coffee?

Itu kalimat pertama yang disampaikan Bang Adnan, sang ahli kopi kita, saat membuka diskusi dan pelatihan mengenai kopi, Minggu 22 Juni 2014, di wohnungnya. Sejumlah warga yang tertarik mengenai seluk beluk kopi datang dan meramaikan diskusi sore itu.

Pelatihan Membuat Website Bersama Tim Redaksi PPI Goettingen

Oleh: 

Dhea Karina Putri dan Khairunnisa Nur Rahmah

Pelatihan Membuat Website Bersama Tim Redaksi PPI Goettingen

 

Oleh: Dhea Karina Putri dan Khairunnisa Nur Rahmah

 

PPI dan Warga Indonesia di Goettingen Turut Merayakan Pesta Demokrasi Indonesia

Oleh: 

Farizah Dhaifina Amran

Waktu menunjukkan pukul 10.00 pagi, Sabtu, 5 April 2014. Sebanyak 25 orang warga PPI Goettingentelah mengisi kereta menuju TPS-LN di KJRI Hamburg untuk menggunakan hak pilih mereka dalam Pemilu Legislatif 2014. Antusiasme mereka tidak kalah dengan euforia Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif di Indonesia. Mereka yang berangkat untuk melakukan pemilihan langsung di TPS-LN Hamburg adalah yang belum terdaftar sebagai pemilih tetap untuk Pemilu kali ini. Hal ini disebabkan oleh kedatangan mereka di Jerman telah melewati masa pendataan calon pemilih tetap Pemilu Legislatif.

Blutspende in Goettingen

Oleh: 

Ella Sujarwo

Terhitung pertengahan bulan Oktober 2013 lalu, genap satu tahun saya tinggal di Goettingen. Hal ini membuat saya kemudian iseng-iseng berpikir, apa yang harus saya lakukan kalau sudah satu tahun di sini. Kemudian saya ingat keinginan saya beberapa tahun lalu untuk bisa mendonorkan darah di Jerman. Tapi dulu pernah ditolak (sediiihhhhh..), dengan alasan saya berasal dan lama tinggal di Indonesia.

Pages