Error message

  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).

Umum

My Life Journal in Goettingen: first time, first experience

Oleh: 

Santi Pratiwi

 "Hallo? Wie geht es dir? Miir geht es wonderbar, so lala, sehr gut. I am learning Deustch for two month from August-September before my study starts in middle of October.

Fufff, can i tell you how finally i came in to Goettingen? Yeah, i was applying for the DAAD Scholarship in 2011. It was my so long dream to come to Germany and learn more about forestry. and Whoalaa…! God is good. I got the scholarship announcement on January and I was one of seven scholarship holder from around the world. Yippiee! I felt so blessed, Alhamdulillah.

BELAJAR DI LUAR NEGERI: Masih perlukah??

Oleh: 

Nur Rochmah Kumalasari

Seringkali kita mendengar bahwa kualitas lembaga pendidikan di Indonesia tidak kalah dengan lembaga pendidikan di luar negeri. Apalagi dengan bermunculannya lembaga pendidikan bertaraf internasional saat ini. Dalam satu sisi kegiatan pendidikan, mungkin, lembaga pendidikan tinggi di Indonesia memberikan banyak ilmu yang sama manfaatnya dengan belajar di luar negeri. Sejumlah hasil pemikiran tenaga ahli di Indonesia diakui sangat mendalam, menarik, aktual, dan ilmiah oleh berbagai pihak internasional. Namun tidak sedikit calon mahasiswa yang berjuang demi mendapatkan beasiswa atau network yang memberikan peluang untuk belajar di luar negeri.

Desa mandiri energi "Jühnde"

Oleh: 

Muhammad Baihaqi

Kegiatan ‘fieldtrip’ yang diselenggaran oleh manajemen Fakultas Pertanian. Mulai dari pengaturan acara ini saya sudah mulai kagum. Pengumuman cukup disebar lewat email karena maklum saja disini tiap orang sangat mudah akses internet dengan kecepatan bite-nya luar biasa. Lalu juga dengan membayar 4 Euro (Rp.50rb-an) saja, jumlah uang yg bahkan lebih murah untuk membeli seporsi kebab. Harga segitu kami akan diajak ke sebuah desa berbasis bio-energi (biogas), petani/peternak sapi perah dan peternakan kuda. Jikapun diminta bayar lebih, saya kira tidak rugi untuk dapat melihat lebih dekat pengelolaan biogas secara moderen juga bagaimana kehidupan keluarga petani disini.

Menuntut ilmu, mengais rejeki

Jam gereja tiga kali berdentang dinihari. Kebanyakan masih terlena dalam alam mimpi, namun alarm yang berdering di beberapa sudut kota memaksa sejumlah anak manusia segera mencampakkan selimut tebal dan meloncat dari peraduan empuk. Jaket tebal dan tidak lupa lampu kepala segera dikenakan. Tak lama mereka segera menyusuri jalan-jalan sepi menuju Ablage (depo), mengambil sejumlah paket dan secepat kilat dari satu rumah ke lainnya untuk membagikannya. Tak hirau terpaan udara dingin menusuk tulang, tertatih dalam remang sorot cahaya dengan sepeda buntut. Sejumlah pemuda dengan bau anyir alkohol kadang melintas dan bahkan ‘menyapa‘. Jam 6 pagi, rumah terakhir pun harus segera dicapai.

Emissions Cuts Make Sense, But Yudhoyono's Numbers Don’t Add Up

Oleh: 

Ahmad Maryudi

The Copenhagen climate summit, hoped to produce a successor to the soon-to-expire Kyoto Protocol, is just around the corner. While many developed nations have yet to make any meaningful commitments (principally the United States, the world’s biggest carbon emitter that has a mandate to reduce emissions), Indonesia’s delegation will head to the conference with the proud distinction of having vowed to cut emissions by at least a quarter of current levels by 2020.

Pages